BESWAN DJARUM

BESWAN DJARUM
Hotel Santikan Semarang

Sabtu, 31 Desember 2011

FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM "Tinjauan filosofis tentang Tujuan Pendidikan Islam"


TINJAUANN FILOSUFIS TENTANG
 TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM
Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Individu
Mata Kuliah    : Filsafat Pendidikan Islam
Dosen Pengampu        : Prof. Dr. H. Maragustam Siregar, M.A


 









Disusun oleh:
EVI HIDAYATIN NI’MAH
09410081
Nomer Absen 16
PAI D

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2011
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pendidikan islam merupakan bimbingan yang diberikan oleh seseorang agar ia berkembang secara secara maksimal sesuai dengan ajaran islam, atau disebut juga dengan bimbingan terhadap seseorang agar ia menjadi muslim semaksimal mengkin.
Sesuatu usaha yang tidak mempunyai tujuan tidaklah mempunyai arti apa-apa, karena tujuan merupakan sasaran yang hendak dicapai oleh suatu aktifitas manusia. Setiap aktifitas manusia pasti mempunyai tujuan tertentu. Sebab aktifitas yang tidak mempunyai tujuan adalah pekerjaan sia-sia. Nambi muhammad SAW bersabda.
ﻤﻦﺤﺴﻦﺇﺴﻼﻡﺍﻠﻤﺮﺇﺘﺮﻜﻪﻤﺎﻻﻴﻌﻴﻧﻪ
“dari tanda kebagusan keislaman seseorang adalah ia akan meninggalkan apa-apa yang tidak berguna baginya” (HR. Tirmidzi)
Oleh karenanya didalam makalah ini, penulis akan menjelaskan tujuan pendidikan islam yang ditinjau dari segala aspek, sehingga pendidikan islam akan dapat dipahami secara global. Tidak hanya sekedar asal tahu saja, namun paham dan mengerti terhadap alasan “kenapa ada pendidikan islam?”.

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana Tinjauan Filosofis Tentang Tujuan Pendidikan Islam
BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Tujuan Pendidikan Islam
            Tujuan pendidikan islam merupakan usaha mengembangkan fitrah manusia dengan ajaran islam, agar terwujud (tercapai) kehidupan manusia yang makmur dan bahagia. Tujuan pendidikan menurut Dr. Zakiah Daradjat yaitu tujuan pendidikan islam secara keseluruhan uaitu kepribadian seseorang yang membuatnya menjadi insan kamil dengan pola takwa, insan kamil artinya manusia utuh rohani dan jasmani, dapat hidup dan berkembang secara wajar dan normal karena takwanya kepada Allah SWt[1]. Ini mengandung arti bahwa pendidikan islam itu diharapkan menghasilkan manusia yang berguna bagi dirinya dan masyarakatnya serta senang dan gemar mengamalkan dan mengembangkan ajaran islam dalam hubungan dengan allah dan dengan sesamanya, dapat mengambil manfaat yang semakin meningkat dari alam semesta ini untuk kepentingan hidup di dunia kini dan di akhirat nanti. Tujuan ini kelihatannya terlalu odeal, sehingga sukar dicapai. Tetapi dengan  kerja keras yang dilakukan secara berencana demgan kerangka-kerangka kerja yang konsepsional, mendasar, pencapaian tujuan itu bukanlah sesuatu yang mustahil. Tujuan pendidikan Islam tidak terlepas dari tujuan hidup manusia dalam Islam, yaitu untuk menciptakan pribadi-pribadi hamba Allah yang selalu bertakwa kepadaNya, dan dapat mencapai kehidupan yang berbahagia di dunia dan akhirat (lihat S. Al-Dzariat:56; S. ali Imran: 102).[2]
            Tujuan pendidikan islam harus dirumuskan dan ditetapkan secara jelas dan sama bagi seuruh umat islam sehingga bersifat universal. tujun pendidikan islam yang universal itu telah dirumukan dalam seminar pendidikam islam se-Dunia di Islamabd pada tahun 1980 yang disepakati oleh ulama’ ahli pendidikan islam dari negara-negara islam. Rumusan tersebut mencerminkan idealitas islami seperti terkandung di  dalam Al-Qur’an. Hasil rumusan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan islam harus merealisasikan cita-cita (idealitas) islam yang mencakup pengembangan kepribadian muslim yang bersifat menyeluruh secara harmonis berdasarkan potensi psikologis dan fisiologis (jasmaniah) manusia yang mengacu kepada keimanan sekaligus berilmu pengetahuan secara berkesinambungan sehingga terbentuk manusia muslim yang paripurna yang berjiwa tawakal (menyerahkan diri) secara total kepada Allah.
            Rumusan diatas sesuai dengan firman allah dalam QS. Al-Mujadalah: 11
$pkšr'¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#þqãZtB#uä #sŒÎ) Ÿ@ŠÏ% öNä3s9 (#qßs¡¡xÿs? Îû ħÎ=»yfyJø9$# (#qßs|¡øù$$sù Ëx|¡øÿtƒ ª!$# öNä3s9 ( #sŒÎ)ur Ÿ@ŠÏ% (#râà±S$# (#râà±S$$sù Æìsùötƒ ª!$# tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä öNä3ZÏB tûïÏ%©!$#ur (#qè?ré& zOù=Ïèø9$# ;M»y_uyŠ 4 ª!$#ur $yJÎ/ tbqè=yJ÷ès? ׎Î7yz ÇÊÊÈ

  Artinya:
Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Mujadalah: 11)


            Sesuai esensinya tujuan pendidikan islam yang sejalan dengan tuntutan Al-Qur’an itu tidak lain adalah sikap penyerahan diri secara total kepada Allah SWT yang telah kita ikrarkan dalam shaat kita sehari-hari.[3]
ö@è% ¨bÎ) ÎAŸx|¹ Å5Ý¡èSur y$uøtxCur ÎA$yJtBur ¬! Éb>u tûüÏHs>»yèø9$# ÇÊÏËÈ
Artinya:
Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. (QS. Al-An’am: 162)


B.     Kedudukan Tujuan Pendidikan Islam
            Pendidikan islam sangat menekankan sifat keteladanan pemimpin. Nabi memperingatkan bahwa seburuk-buruk pemimpin adalah perusk. Dan kata beliau pula: “ tidak ada kesayangan yang lebih dikuasai Allah dari pada kesayangan dan lemah lembut seorang pemimpin.” Makanya, menurut pandangan islam, untuk menjadikan seseorang mampu menjadi pemimpin teladan,dimulai dari usaha memperbaiki diri. Setiap diri adalah pemimpin, dan akan mempertanggungjawabkan hasil kepemimpinannya. Pertanggungjawaban yang tertinggi adalah kepada Allah. Dengan demikian, mendidik manusia agar menjadi pengabdi Allah yang setia, sebagai tujuan yang hendak dicapai oleh pendidikan islam adalah tepat.[4]
            Tujuan dari pendidikan islam ialah membentuk manusia yang berjasmani kuat, sehat dan terampil, berotak cerdas dan berilmu banyak, berhati tunduk kepada allah serta mempunyai semangat kerja yang hebat, disiplin yang tinggi dan pendirian yang tegu. Karena itu pengembangan fitrah manusia dengan ajaran agama islam harus diarahkan kesini.[5]
            Menurut D. Marimba ada empat fungsi tujuan pendidikan, antara lain:[6]
1.      Tujuan berfungsi mengakhiri usaha.
2.      Tujuan berfungsi mengarahkan usaha, tanpa adanya (pandangan kedepan).
3.      Tujuan dapat berfungsi sebagai titik pangkal untuk mencapai tujuan-tujuan lain, yaitu tujuan-tujuan baru maupun tujuan-tujuan lanjutan dari tujuan pertama.
4.      Fungsi dari tujuan ialah memberi nilai (sifat pada usaha itu). Ada usaha yang tujuannya lebih luhur, mulia lebih luas dari usaha-usaha lainnya.
Ada beberapa tujuan pendidikan yang perlu kita ketahui yaitu:
1.      Tujuan umum
Tujuan umum adalah tujuan yang akan dicapai dengan semua kegiatan pendidikan, baik dengan pengajaran atau dengan cara yang lain. Tujuan ini meliputi seluruh aspek kemanusiaan yang meliputi sikap, tingkah laku, penampilan, kebiasaan, dan pandangan.
Tujuan umum pendidikan islam harus dikaitkan pula dengan tujuan pendidikan nasional negara tempat pendidikan islam itu dilaksanakan dan harus dikaitkan pula dengan tujuan institusional lembaga yang menyelenggarakan pendidikan itu.
2.      Tujuan akhir
Pendidikan islam itu berlangsung selama hidup, maka tujuan akhirnya terdapat pada waktu hidup di dunia ini telah berakhir pula. Tujuan akhir pendidikan islam itu dapat dipahami dalam firman Allah:

$pkšr'¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãYtB#uä (#qà)®?$# ©!$# ¨,ym ¾ÏmÏ?$s)è? Ÿwur ¨ûèòqèÿsC žwÎ) NçFRr&ur tbqßJÎ=ó¡B ÇÊÉËÈ
Artinya:
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (QS. Ali Imran: 102)
Dan QS. Az-Zariyat: 56

$tBur àMø)n=yz £`Ågø:$# }§RM}$#ur žwÎ) Èbrßç7÷èuÏ9 ÇÎÏÈ
Artinya:
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.
3.      Tujuan sementara
Tujuan sementara ialah tujuan yang akan dicapai setelah anak didik diberi sejumlah pengalaman tertentu yang direncanakan dalam suatu kurikulum formal. Pada tujuan sementara bentuk Insan Kamil dengan pola takwa sudah kelihatan meskipun dalam ukuran sederhana, sekurang-kurangnya beberapa ciri pokok sudah kelihatan pada pribadi anak didik.
Tujuan pendidikan islam seolah-olah merupakan suatu lingkaran yang pada tingkat paling rendah mungkin merupakan suatu lingkaran kecil. Semakin tinggi tingkat pendidikannya lingkaran tersebut semakin besar. Tetapi sejak dari tujuan pendidikan tingkat permulaan, bentuk lingkrannya sudah harus kelihatan. Bentuk lingkaran inilah yang menggambarkan Insan Kamil itu. Disinilah barangkali perbedan yang mendasar bentuk tujuan pendidikan islam dibandingkan dengan pendidikan lainnya.
4.      Tujuan operasional
Tujuan operasional ialah tujuan praktis yang akan dicapai dengan sejumlah kegiatan pendidikan tertentu. Dalam tujuan operasional ini lebih banyak dituntut dari anak didik suatu keterampilan dan kemampuan tertentu.

C.    Fungsi Tujuan Pendidikan Islam
            Tujuan berfungsi untuk mengarahkan, mengontrol dan memudahkan evaluasi suatu aktifitas. Karena itu tujuan suatu aktifitas haruslah dirumuskan dengan tegas dan jelas agar mudah mengarahkan, mengontrol dan mengawasi aktivitas tersebut.
Adapun fungsi lain adalah :[7]
1.      Mengakhiri usaha (finish goal)
2.      Mengarahkan usaha (directing)
3.      Titik pangkal dari tujuan utama
4.      Memberi nilai (evaluasi)



D.    Prinsip Tujuan Pendidikan
Didalam pendidikan islam terwujud prinsip-prinsip demokrasi, kebebasan, persamaan dan kesempatan yang sama untuk belajar, tanpa disterminasi antara si kaya dan si miskin. Kaum muslim beranggapan bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban agama, kwajiban rohaniah, bukanlah suatu jalan untuk keuntungan-keuntungan materi dan kebendaan dimana siswa belajar dengan sepenuh hati dan di dorong oleh kemauan keras dari pihak individu tersebut sendiri.[8]
Diantara prinsip-prinsip ideal didalam pendidikan islam itu dapat diterangkan dengan singkat sebagai berikut:
1.      Mengajarkan berpikir bebas dan berdiri sendiri dalam belajar
2.      Memerdekakan dan demokrasi dalam mengajar, sistem belajar, secara perseorangan (mandiri)
3.      Perhatian terhadap perbedaan-perbedaan individu anak-anak dalam memberikan pelajaran dan mengajar
4.      Perhatian terhadap bakat dan kesediaan fitrah dari anak didik serta mentest kecakapan mereka, berbicara kepada anak didik sesuai dengan akalnya
5.      Memberikan rasa kasih sayang
6.      Memperhatikan pendidikan akhlak
7.      Mendorong dilakukannya eskursi-eskursi ilmiah

E.     Pendapat Para Ahli Tentang Tujuan Pendidikan Islam
1.      Al-Abrasy membagi tujuan pendidikan kepada lima aspek yaitu:
a.       Pendidikan jasmani. Karena menurut salah satu filosuf yakni John Lock bahwa dasar pertama untuk mencapai kehidupan yang sempurna ialah adanya kekuatan jasmani. Akal yang sehat terdapat pada tubuh yang kuat.
b.      Pendidikan akal yakni memberi ilmu pengetahuan, mendidik akal, dan kemahiran atau memanfaatkan apa yang diketahui oleh manusia. Tiga hal tersebut saling berhubungan satu sama lain.
c.       Pendidikan budi pekerti yakni pembentukn kemuliaan akhlak, kuat cita-cita, terdidik perkataan dan perbuatan, mulia aktivitasnya, bidi pekerti, agama, keutamaan, sopan santun, ikhlas dan bersih.
d.      Pendidikan kemasyarakatan yakni anak sejak lahir sudah dibiasakan agar mencintai saudara-saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya, saling membantu sesama, teman-teman, sehingga tidak hanya memikirkan dirinya sendiri.
e.       Pendidikan keindahan. Manusia dengan fitrahnya cinta setiap keindahan dan dengan wataknya ingin tahu setiap hal yang aneh, yang indah atau yang lain.[9]


2.      Menurut Al-Syaibani bahwa setidak-tidaknya tujuan pendidikan itu mmemperoleh tiga aspek perubahan yaitu:
a.       Tujuan-tujuan individual yang berkaitan dengan individu-individu, pelajaran dan dengan pribadi-pribadi mereka, dan apa yang berkaitan dengan individu-individu tersebutbpada perubahan yang diinginkan pada pribadi mereka, dan pada pertumbuhan yang diinginkan pada pribadi mereka, dan pada persiapan yang diharuskan kepada mereka pada kehidupan dunia dan akhirat.
b.      Tujuan sosial yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat sebagai keseluruhan, dengan tingkah laku masyarakat umumnya, dan dengan apa yang berkaitan dengan kehidupan ini tentang perubahan yang diingini, dan pertumbuhan, memperkaya pengalaman, dan kemajuan yang diinginkan.
c.       Tujuan-tujuan profesional yang berkaitan dengan pendidikan dan pengajaran sebagai ilmu, sebagai seni, sebagi profesi, dan sebagai suatu aktifitas diantara aktivitas-aktivitas masyarakat.[10]
3.      Asma Hasan fahmi, tujuan akhir pendidikan islam dapat dirinci sebagaimana berikut:
a.       Tujuan keagamaan
b.      Tujuan pengembangan akal dan akhlak
c.       Tujuan pengajaran kebudayaan
d.      Tujuan pembinaan kepribadian[11]
4.      Ibn Khaldun membagi tujuan-tujuan pendidikn itu kepada:
a.       Mempersiapkan seseorang dari segi keagamaan
b.      Menyiapkan seseorang dari segi akhlak
c.       Menyiapkan seseorang dari segi kemasyarakatan atau sosial
d.      Menyiapkan seseorang dari segi vokalsinal atau pekerjaan
e.       Menyiapkan seseorang dari segi pemikiran
f.        Menyiapkan seseorang dari segi kesenian

F.     Sumber Tujuan Pendidikan Islam
Sumber tujuan pendidikan islam yakni mengutip dalam al-qur’an, diantaranya:
1.      QS. Al-zariyat(51);46
tPöqs%ur 8yqçR `ÏiB ã@ö7s% ( öNåk¨XÎ) (#qçR%x. $YBöqs% tûüÉ)Å¡»sù ÇÍÏÈ
Artinya:
Dan (Kami membinasakan) kaum Nuh sebelum itu. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik.

2.      Qs. Al-baqarah (2); 21
$pkšr'¯»tƒ â¨$¨Y9$# (#rßç6ôã$# ãNä3­/u Ï%©!$# öNä3s)n=s{ tûïÏ%©!$#ur `ÏB öNä3Î=ö6s% öNä3ª=yès9 tbqà)­Gs? ÇËÊÈ
Artinya:
       Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang Telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa.
3.      Qs. Al-anbiya (21); 25
!$tBur $uZù=yör& `ÏB šÎ=ö6s% `ÏB @Aqߧ žwÎ) ûÓÇrqçR Ïmøs9Î) ¼çm¯Rr& Iw tm»s9Î) HwÎ) O$tRr& Èbrßç7ôã$$sù ÇËÎÈ
Artinya:
       Dan kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan aku, Maka sembahlah olehmu sekalian akan aku".


4.      Qs. Al-nahl (16); 36
ôs)s9ur $uZ÷Wyèt/ Îû Èe@à2 7p¨Bé& »wqߧ Âcr& (#rßç6ôã$# ©!$# (#qç7Ï^tGô_$#ur |Nqäó»©Ü9$# ( Nßg÷YÏJsù ô`¨B yyd ª!$# Nßg÷YÏBur ïƨB ôM¤)ym Ïmøn=tã ä's#»n=žÒ9$# 4 (#r玍šsù Îû ÇÚöF{$# (#rãÝàR$$sù y#øx. šc%x. èpt7É)»tã šúüÎ/Éjs3ßJø9$# ÇÌÏÈ
Artinya:
       Dan sungguhnya kami Telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut (syaitan dan apa saja yang disembah selain dari Allah s.w.t.) itu", Maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang Telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)

BAB III
KESIMPULAN

          Tujuan pendidikan islam merupakan gambaran nilai-nilai islam yang hndak diwujudkan dalam pribadi manusia didik dari akhir proes tersebut. Dengan istilah lain tujuan pendidikan islam adalah perwujudan nilai-nilai islami dalam pribadi manusia didik ysng diikhtiarkan oleh pndidik muslim melalui proses yang terminal pada hasil (produk) yang berkepribadian islam yang beriman, bertakwa dan berilmu pengetahuan yang sanggup mengembangkan dirinya menjadi hamba Allah yang kuat.
            Tujuan pendidikan islam yang didasarkan atas cita-cita hidup umat isla yang menginginkan kehidupan duniawi dan ukhrawi yang bahagia secara harmonis, maka tujuan pendidikan islam scara teoritis dibedkan menjadi 2 jenis tujuan yaitu:
1.      Tujuan keagamaan (Al-Ghardhud Dieny)
2.      Tujuan keduniaan (Al-Ghordhud Dunyawi)
Tujuan pendidikan islam ini dapat kita ambil dari beberapa ayat Al-Qur’an ataupun hadits, tetapi kebanyakan ia mengandung sebagian dari tujuan umum atau tujuan akhir itu. Seperti dalam beberapa ayat pada surat Luqman dalam memberikan wejangan kepada anaknya dan didalamnya banyak berisi mngenai unsur-unsur kepribadian muslim atau akhlakul karimah. Akhirnya memang tujuan ini tidak bisa dipisahkan dari tali berpilin tiga yaitu iman, islam dan ihsan.

DAFTAR PUSTAKA

Al. Abrasy, Mohd. Athiyah. 1993. Dasar-Dasar Pokok Pendidikan Islam. Jakarta: Bulan Bintang.
Jalaludin Dan Usman Said. 1994. Filsafat Pendidikan Islamn: Konsep Dan Perkembangan Pemikirannya. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
M. Arifin. 1995. Kapita Selekta Pendidika (Islam Dan Umum). Jakarta: Bumi Aksara.
Siregar, Maragustam. 2010. Mencetak Pembelajar Menjadi Insan Paripurna (Falsafah Pendidikan Islam. Yogyakarta: Nuha Litera.
Tafsir, Ahmad. 2008. Ilmu Pendidikan Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Uhbiyati, Nur. 1997. Ilmu Pendidikan Islam. Bandung: Pustaka Setia.
Zaini, Syahminan. 1986. Prinsip-Prinsip Dasar Konsepsi Pendidikan Islam. Jakarta: Kalam Mulia.



                [1] Nur Uhbiyati, Ilmu Pendidikan Islam, (Bandung: Pustaka Setia, 1997), Hal. 41.
[3]  M. Arifin, Kapita Selekta Pendidika (Islam Dan Umum), (Jakarta: Bumi Aksara, 1995), Hal. 16-17.
                [4] Jalaludin Dan Usman Said, Filsafat Pendidikan Islamn: Konsep Dan Perkembangan Pemikirannya, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1994), Hal. 38-42.
                [5] Syahminan Zaini, Prinsip-Prinsip Dasar Konsepsi Pendidikan Islam, (Jakarta: Kalam Mulia, 1986), Hal. 48-49)
                [8] Mohd. Athiyah Al. Abrasy, Dasar-Dasar Pokok Pendidikan Islam, (Jakarta: Bulan Bintang, 1993), Hal. 10.
                [9]  Maragustam Siregar, Mencetak Pembelajar Menjadi Insan Paripurna (Falsafah Pendidikan Islam), (Yogyakarta: Nuha Litera, 2010), Hal. 132-133.
                [10] Ibid, Hal. 133.
                [11] Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan Islam, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2008), Hal. 49.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar